“Wahai anakku, kalau sewaktu kecil kamu rajin belajar, menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, maka sewaktu dewasa kelak kamu akan memetik buahnya dan menikmatinya” (Luqman al-Hakim).

Bila sedang berada dalam perahu besar yang sedang tenggelam perlahan di tengah lautan luas, maka siapapun penumpangnya tak akan membiarkan sedetik pun waktunya habis percuma.  Pasti akan dimanfaatkan setiap detik untuk mencari celah atau jalan untuk menyelamatkan diri dari tenggelam.  Kalau disadari, kita sebenarnya hidup di dunia ini tak ubahnya seperti itu. Perlahan-lahan kita akan tenggelam dalam arus kehidupan yang semakin deras, karena ketidakmampuan untuk menyelamatkan diri.

Makanya penting mencari cara menyelamatkan diri.  Luqman al-Hakim memberitahukan bagaimana menyelamatkan diri, yaitu dengan belajar atau menuntut ilmu, terutama di kala masih muda.  Dengan ilmu kita beramal untuk menyelamatkan diri di dunia dan akhirat.  Sebagaimana sabda Nabi s.a.w., bila ingin mencari hal-hal yang bersifat keduniaan, dengan ilmu; bila menginginkan kehidupan akhirat yang baik juga dengan ilmu.  Manusia berilmu juga diberikan derajat yang lebih tinggi oleh Allah.

Dengan ilmu, kita selamat dari ancaman kebodohan atau ketidakmampuan dalam beribadah dan mencari nafkah yang halal.  Banyak orang yang lari ke jalur kejahatan karena ketidakmampuannya mencari nafkah di jalur kebaikan.  Oleh karena itu, bersyukurlah bagi yang telah berhasil mencari nafkah di jalan kebaikan, karena itu jalan bermartabat sekaligus  berpahala.  Bila tidak, maka sama artinya kita membiarkan diri karam perlahan-lahan dalam hidup ini.