“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)” (QS. Al-Hasyr : 18).

DI SAAT persedian sumberdaya alam semakin sedikit, hidup semakin menantang.  Manusia semakin sibuk berjuang memperebutkannya.  Saking sibuknya, sebahagian manusia lupa akan dirinya, lupa menghisab diri dalam menghadapi hari akhirat.
Padahal menurut para ulama, menghisab diri teramat penting dilakukan karena menentukan kehidupan selanjutnya.  Dengan menghisab diri, manusia menjadi tahu tentang perkiraan persediaan bekal untuk menuju alam baqa.  Hal itu akan menjadi ukuran juga untuk memperbaiki diri agar terus lebih baik dari hari kemarin.  Yang lebih penting lagi, tercipta suatu kesadaran bahwa hidup yang sebenarnya di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah dan mengumpulkan amal lewat petunjuk-petunjukNya.

Karena itu, wajarlah kalau menurut Imam Hasan Al-Basri bahwa penghisaban di hari kiamat nanti akan terasa ringan bagi orang-orang yang telah menghisab amalnya di dunia.  Demikian juga sebaliknya, penghisaban di hari kiamat akan berat bagi orang-orang yang tidak mau menghisab amalnya sewaktu di dunia.

Karena itu, kesibukan boleh semakin menyita waktu. Persaingan boleh semakin sengit.  Namun, kita jangan lupa untuk senantiasa menyempatkan diri untuk menghisab diri.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/news/view/56686/sibuk