“Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya” (HR. Muslim).

Melindungi kaumnya seperti perisai merupakan kunci penting bagi setiap pemimpin.  Tentunya tak akan menjadi perisai bila pemimpin tidak mampu menjaga amanah atau bertanggungjawab.  Dengan demikian, bila sekarang begitu banyak orang yang berlomba untuk menjadi pemimpin, sekilas ini bermakna bahwa sudah begitu banyak orang ingin menunaikan amanah.  Semakin besar amanah, semakin besar berat tanggungjawabanya, yang bila ditunaikan dengan baik, maka disediakan pahala yang besar.

Namun, suatu hal yang kerap terbukti dalam kenyataan adalah sebaliknya.   Tak ada tanda-tanda bahwa semakin banyak orang yang mengajukan diri sebagai calon pemimpin, semakin banyak yang menjadi perisai bagi rakyatnya.  Yang terbukti adalah semakin banyak pemimpin yang menjadikan rakyatnya sebagai perisai bagi dirinya.

Rakyat kerap diatanasnamakan untuk meminta bantuan atau mengesahkan suatu proyek yang menghasilkan keuntungan pribadi atau kelompoknya.  Bahkan, yang diatasnamakan seringkali rakyat yang sedang menderita, seperti rakyat yang nasibnya tergolong miskin, korban konflik, korban bencana alam, dan sejenisnya.  Namun, ketika bantuan datang atau proyek disahkan, rakyat yang menderita tetap saja menderita, sedangkan para pemimpinnya kaya setelah mendapat bahagiannya.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/news/view/56620/perisai