Memilih

Leave a comment

“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS. Al-Kahfi: 28).

Hidup tak terpisahkan dari urusan memilih. Setiap hari senantiasa harus memilih antara perbuatan-perbuatan baik dan perbuatan-perbuatan jahat. Di samping itu, manusia diharuskan memilih pemimpinnya agar diorganisir.  Umat yang terorganisir merupakan kekuatan besar.  Namun perlu hati-hati, agar tak salah menjatuhkan pilihan.  Apalagi di zaman sekarang, banyak orang yang bernafsu menjadi pemimpin, sehingga sangat sulit menyeleksi yang terbaik di antaranya.  Lebih sulit lagi karena para calonnya pada awalnya menampakkan diri dengan wajah-wajah yang amat bersahabat dan menawarkan program-program yang sangat merakyat.  Atau yang menawarkan diri adalah teman atau kerabat dekat. More

Advertisements

Perisai

Leave a comment

“Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya” (HR. Muslim).

Melindungi kaumnya seperti perisai merupakan kunci penting bagi setiap pemimpin.  Tentunya tak akan menjadi perisai bila pemimpin tidak mampu menjaga amanah atau bertanggungjawab.  Dengan demikian, bila sekarang begitu banyak orang yang berlomba untuk menjadi pemimpin, sekilas ini bermakna bahwa sudah begitu banyak orang ingin menunaikan amanah.  Semakin besar amanah, semakin besar berat tanggungjawabanya, yang bila ditunaikan dengan baik, maka disediakan pahala yang besar. More

Sibuk

Leave a comment

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)” (QS. Al-Hasyr : 18).

DI SAAT persedian sumberdaya alam semakin sedikit, hidup semakin menantang.  Manusia semakin sibuk berjuang memperebutkannya.  Saking sibuknya, sebahagian manusia lupa akan dirinya, lupa menghisab diri dalam menghadapi hari akhirat. More

Hikmah: Bersikap Tenang

Leave a comment

Rasulullah pernah berkata kepada al-Mundzir, kepala kabilah Abdul Qais, “Sesungguhnya pada dirimu ada dua sifat yang dicintai Allah, yaitu sifat penyabar dan tidak suka tergesa-gesa.” Lalu ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah aku berusaha berperilaku seperti itu, atau Allah menjadikanku berwatak dengan keduanya?” Nabi SAW menjawab, “Allahlah yang menjadikanmu berwatak dengan keduanya.” Al-Mundzir pun berucap, “Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikanku berwatak dengan dua tabiat yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR Abu Dawud). More

Rumus Kehancuran

Leave a comment

Untuk kesejahteraan umat manusia, Allah menciptakan dua hukum di dunia, yaitu sunnah kauniyyah (hukum alam) dan sunnah tasyri’iyyah (hukum agama). Sunnah kauniyyah berlaku secara mutlak, absolut, dan universal seperti gravitasi bumi, hukum sebab akibat, dan sebagainya. Manusia harus meneliti dan memanfaatkannya seoptimal mungkin untuk kesejahteraan hidup di dunia dan bekal akhirat. “Lihatlah apa-apa yang ada di langit dan bumi (QS Yunus 101). Pasang surut kemajuan peradaban suatu bangsa bergantung pada kadar penguasaan dan pendayagunaan hukum kauni dalam kehidupan ini. More

Newer Entries