Raja Abdullah dari Arab Saudi meresmikan Princess Nora bint Abdulrahman University (PNU), 25 km sebelah timur ibukota Saudi. Dengan kapasitas  sekitar 50 ribumahasiswa, PNU adalah universitas perempuan terbesar di dunia dan bagian dari rencana pendidikan ambisius dari pemerintah Saudi.

Setibanya di kampus universitas, Raja Abdullah yang didampingi oleh Gubernur Riyadh Pangeran Salman dan Menteri Keuangan Ibrahim Al-Assaf menyalami mahasiswi dan dosen yang menyambutnya. Ketiganya kemudian  naik kereta universitas untuk tur keliling kampus yang luasnya melebihi 800 hektare itu.

“PNU adalah sebuah simbol pendidikan perempuan dan partisipasi perempuan dalam pembangunan bangsa ini,” kata Al-Assaf sambil memberikan gambaran dari kampus, yang meliputi fasilitas medis, pusat penelitian, dan perpustakaan dengan sekitar lima juta buku dan jurnal.

“Sebuah daerah perumahan di PNU memiliki sekitar 1.400 vila, dan fasilitas asrama besar untuk menampung 12 ribu mahasiswa,” kata menteri, menambahkan bahwa kota olahraga untuk anak perempuan merupakan daya tarik utama selain layanan lain di kampus ini.

Untuk tujuan ini, ia mencatat bahwa PNU memiliki pabrik limbah padat, fasilitas pengolahan air limbah, gudang dan workshop pemeliharaan.

Upacara peresmian ini dihadiri oleh beberapa anggota keluarga kerajaan, para pejabat tinggi Saudi, diplomat asing, dan sejumlah besar tamu.

Presiden PNU Huda binti Mohammad Al-Ameel mengatakan PNU telah menjadi simbol utama dari kesetaraan gender dan pendidikan kaum perempuan di Arab Saudi. Dia menambahkan bahwa kampus universitas memiliki fasilitas infrastruktur modern, termasuk sistem transportasi teknologi tinggi yang menghubungkan semua fasilitas penting di kampus 24 jam sehari. Puncak dari sistem transportasi adalah kereta api yang akan memfasilitasi kelancaran arus lalu lintas di dalam kampus.

Mengambil keuntungan dari teknologi hemat energi, bangunan kampus telah dirancang dengan cara yang menggunakan sinar matahari sebagai sumber cahaya. Sebanyak 40.000 meter persegi panel surya akan memberikan 16 persen daya untuk pemanasan kampus dan 18 persen untuk AC.

Kampus baru mencakup 700 tempat tidur di rumah sakit universitas, 15 perguruan tinggi, perpustakaan pusat, ruang konferensi, laboratorium, dan pusat penelitian untuk nanoteknologi, teknologi informasi, dan bioscience.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/11/05/18/lld7jq-salami-dosen-dan-mahasiswi-raja-abdullah-resmikan-universitas-perempuan-terbesar-di-dunia

Alvino Yulian

ICT