Untuk membuka negeri Mesir, Khalifah Umar Bin Khattab ra. Mengirim pasukan perang yang dipimpin oleh Amru bin Ash ra. Setelah melakukan perjalanan panjang akhirnya tibalah pasukan kaum muslimin di Mesir. Panglima Amri bin Ash membangun markasnya di dekat benteng pasukan Romawi yang saat itu menjajah Mesir.

Suatu hari Panglima Romawi mengirim utusan untuk menemui Panglima Amru bin Ash. Utusan itu menyampaikan pesan bahwa panglimanya mengundang Amru bin Ash untuk berunding.

Panglima Romawi sudah sepakat dengan seluruh pasukannya hendak membunuh Amru bin Ash, pada saat Amru hendak kembali pulang ke markasnya. Beberapa tentara telah bersiap di atas benteng. Begitu Amru keluar dari benteng usai perundingan, mereka akan menghujaninya dengan batu cadas.

Amru bin Ash memenuhi undangan itu dan menemui panglima Romawi. Lalu mengadakan perundingan dengannya. Karena tidak menemui kesepakatan Amru minta diri. Ketika ia berjalan untuk keluar benteng, sudut matanya menangkap gerakan aneh di atas benteng. Ia mendapat firasat yang tidak baik. Otaknya langsung bergerak cepat. Ia mendapatkan jalan keluar. Ia pura-pura mengingat sesuatu lalu kembali menemui panglima Romawi, dan berkata,

“Aku punya ide, di markasku ada sekumpulan sahabat Rasulullah saw., diantaranya adalah Khalifah Umar bin Khattab ra. Kami selalu meminta petunjuk Umar dalam melangkah. Bagaimana kalau Anda langsung berbicara dengannya ?”

Panglima Romawi itu bertanya, “Benarkah dia bersama kalian saat ini ?”

“Ya. Aku ini datang ke sini menemuimu juga atas persetujuannya. Bagaimana pendapatmu ? Aku jemput saja dia untuk datang ke sini agar dia bisa langsung berbincang denganmu.”

Mendengar hal itu Panglima Romawi senang sekali. Dalam otaknya ada satu pemikiran, “Jika Umar ada di dalam pasukan kaum Muslimin, maka membunuh Amru bin Ash tidak ada artinya. Karena meskipun Amru mati, Umar bisa langsung memimpin kendali. Tapi jika Umar datang ke benteng ini dan bisa dibunuh, maka ini akan sangat bermanfaat agi Romawi. Kekuatan kaum Muslimin akan mengendor. Dan daerah-daerah yang direbut mereka seperti Syam dan Palestina bisa direbut kembali. Hemm, jika tadi aku akan membunuh seorang panglima saja, maka aku akan membunuh khalifahnya.”

Panglima Romawi itu lalu memberikan isyarat kepada semua pasukannya untuk membiarkan Amru pulang dengan selamat. Amru pulang dengan diantar panglima Romawi itu hingga di luar gerbang, dengan harapan tak lama lagi Umar akan datang ke dalam bentengnye. Dan jika Umar datang ke bentengnya pastilah akan diikuti para pembesar kaum Muslimin. Dengan begitu sangat mudah sekali untuk membunuh mereka sekaligus.

Amru kembali ke markasnya. Lalu mengumpulkan seluruh tentaranya. Ia mengatur rencana matang penyerangan benteng itu. Dalam waktu yang singkat selama ia ada di dalam benteng, ia bisa menguasai peta benteng Romawi. Di mana gudang senjatanya. Letak pasukan pemanah. Tempat panglima. Gudang makanan. Bagaimana pintu itu bisa didobrak. Juga titik-titik kelemahannya. Dalam hal berperang, kecerdikan dan kecerdasan Amru memang telah teruji sejak zaman jahiliyah sebelum ia masuk Islam.

Pagi harinya, Amru melakukan penyerangan besar-besaran. Pintu benteng bisa dijebol. Ribuan pasukan Muslimin membanjiri benteng. Akhirnya benteng itu bisa dikuasai dan pasukan Romawi menyerah kalah. Setelah itu dalam waktu singkat seluruh negeri Mesir bisa dikuasai kaum Muslimin. Kedatangan kaum Muslimin disambut gembira oleg rakyat Mesir. Sebab mereka datang tidak sebagai penjajah sebagaimana bangsa Romawi, tetapi sebagai saudara yang saling menyayangi. Dengan keluhuran budi, kaum Muslimin bisa menarik rakyat Mesir untuk masuk agaman Islam. Dan dalam waktu yang singkat Islam menjadi darah daging rakyat Mesir

sumber : http://www.amanahland.com/2007/08/amru-bin-ash-menaklukkan-romawi-di.html