“ Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang aku, maka jawablah bahwasanya aku adalah dekat . Aku mengabulkan permohonan orang – orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-ku ( Al Baqarah 2: 186 )

Zikrullah sudah dikenal oleh ummat Islam di seluruh dunia semenjak kelahiran Islam. Dzikir yang pertama kali dikumandangkan oleh Rasulullah kepada ummatnya adalah kalimat  laa ilaha illallah .

Sebuah kalimat yang membuat telinga masyarakat jahiliyah kepanasan, panik, dan merasa terganggu. Tatanan spiritual nenek moyang mereka yang telah mapan menjadi porak poranda. Kalimat-kalimat yang dianggap suci dan diagungkan oleh kaum jahiliyah, yaitu latta dan uzza, telah kehilangan pamornya karena Muhammad dianggap telah melecehkan keberadaannya dengan kalimat /aa ilha yang secara otomatis menafikan (meniadakan) keberadaan dan kekuasaannya kecuali Allah, laa ilaha illallah .

Kaum jahiliyah menentangnya sampai-sampai mereka mau mengorbankan harta dan jiwanya untuk melawan sang pembaharu, Muhammad Al Amin. Beliau dan pengikut-pengikutnya harus dimusnahkan, agar kalimat-kalimat yang dikumandangkan tidak menggema di negerinya. Bilal bin Rabah, seorang budak, merupakan salah satu korban penganiayaan oleh orang-orang yang tidak menginginkan kalimat-kalimat suci keluar dari mulutnya, namun iatetap meneguhkan kata-kata suci tersebut: “Ahad, Ahad, Ahad’, kendati tubuhnya ditindih dengan batu besar di tengah padang yang tandus dan panas.

Kalimat yang ia baca adalah sikap jiwa yang menetapkan bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang patut disembah dan tempat kembalinya ruh. Sikap inilah yang diajarkan Nabi.

Sumber : Pelatihan Shalat Khusyu’ oleh Abu Sangkan