Rahasia kehebatan gerak meditasi tai chi ada pada perpaduan antara gerak yang telah dipola dengan emosi sehingga menghasilkan energi (chi), yaitu selarasnya kekuatan otak kiri dan otak kanan. Dalam keadaan pasrah (sung), perhitungan dan aturan yang ditimbulkan oleh otak kiri mengikuti imajinasi otak kanan yang melayang bebas menuju prinsip kekosongan (tad) tanpa keluar dari gerak yang telah ditetapkan.

Perpaduan yang seimbang ini diungkapkan dalam bentuk simbol Yin dan Yang

Kedua unsur yang berbeda tersebut bagaikan dua kutub kekuatan yang saling bertentangan, tetapi keduanya berada dalam satu magnet yang utuh. Kekuatan dari Yin akan menarik kekuatan dari Yangataupun sebaliknya.

Dalam pelajaran tai chi, terdapat dua pengertian yang saling bertentangan, besar dan kecil, kuat dan lemah, bahkan ada yang cepat dan yang lambat. Untuk yang besar pasti menguasai yang kecil akan tetapi si kecil pun harus dapat menguasai yang besar, yang lambat harus dapat menguasai yang cepat atau yang lemah dapat menguasai yang kuat.

Pengertian tai chi disini mengandung arti positif ataupun negatif. Pengertian negatif disini bukanlah sebagai sesuatu yang rendah atau yang tidak diinginkan, akan tetapi hanya untuk menunjukkan adanya suatu perbedaan yang pokok saja. Sebenarnya baik Yangmaupun Yin keduanya mempunyai kebaikan juga keburukan.

Di alam raya dan di kehidupan yang nyata, kedua tenaga ini bekerja secara bersama. Keduanya secara bergantian membentuk suatu keseimbangan guna memberikan suatu kehidupan yang stabil dan saling berhubungan sebagai mata rantai kehidupan. Eksistensi masing-masing saling bergantung satu dengan yang lainnya dan masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri.

Orangyang berprinsip secara tai chi dalam kehidupannya sehari-hari, biasanya menjadi orang yang arif, berhati mulia, senang dan bahagia karena adanya daya tarik yang harmonis di dalam tubuhnya dan jiwanya. Untuk mendapatkannya, diperlukan kesadaran penuh (niat) atau ie (sadar/ngeh) dan sikap sung (pasrah/ sumeleh) sehingga kedua kutub tadi akan saling bersinergi dan berpadu menjadi suatu kekuatan dahsyat. Inilah yang dikatakan oleh Jung sebagai penyatuan dari ego jantan dan betina, animus dan anima, sehingga didapatkan kondisi jiwa yang tidak terpecah.

Barangkali kita dapat mengambil pelajaran dari prinsip tai chi yang menggabungkan kekuatan gerak dan emosi (perasaan) dengan dibarengi niat. Di dalam Islam, niat ini merupakan landasan yang paling penting dalam setiap perbuatan ibadah yang kita lakukan.

Sumber Buku Pelatihan Shalat Khusu’ oleh Abu Sangkan