Niat

Leave a comment

 Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai niat. Dan seseorang diganjar sesuai dengan niatnya ( HR Bukhari Muslim )

Niat adalah kesadaran untuk mempersatukan kegiatan otak kiri dan otak kanan sehingga menghasilkan rasa sambung (tuning) dalam shalat maupun ibadah yang lainnya.

Dewasa ini di kalangan masyarakat awam kata “niat” berubah pengertiannya menjadi “membaca niat”, misalnya: aku berniat shalat, aku berniat wudhu’ dan Iain-Iain.

Niat dengan pengertian ini tidak akan membawa dampak apa-apa terhadap perbuatan yang dilakukan. Seperti halnya ketika seseorang mengangkat karung berisi beras 50 kg , tidak mungkin ia hanya mengatakan : “Aku berniat mengangkat sebuah karung berisi beras seberat 50 kg”, la akan mengangkat dengan serius. Bersamaan dengan itu, pikirannya berpadu dalam satu kemauan penuh.

Berbeda dengan orang mengangkat dengan sekedarnya. Sikapnya tampak tidak ada semangat sehingga kita mengatakan : “Gimana sih, ngangkat kok nggak niat.  Artinya teguran itu menunjukkan, bahwa niat merupakan pekerjaan yang penuh kesadaran antara pikiran, hati dan perbuatan. Jika ketiganya telah bekerja sama, maka terjadilah kekuatan yang menghasilkan sebuah tindakan yang baik.

Sumber Buku Pelatihan Shalat Khusu’ oleh Abu Sangkan

Advertisements

Khusyu’

Leave a comment

Khusyu’ bukanlah sesuatu yang rumit tetapi bukan juga sesuatu yang gampang. Sering kita mendengarkan penjelasan metode yang menyatakan tentang pembelajaran kecerdasan emosional spiritual. Padahal yang dilakukan dengan metode tersebut tetap saja merupakan unsur pembelajaran kognitif yang dimodifikasi dan tetap berkonsep matematis (otak kiri). Metode yang lainnya juga sering berbicara tentang masalah shalat khusyu’ tetapi pembicaraannya hanya di sekitar masalah karakteristik. Caranya tidak pernah beranjak ke arah suatu pelatihan atau pemahaman yang mampu menggerakkan atau mengaktifkan bagian otak kanan, sehingga shalat khusyu’ hanya menjadi bagian dari impian saja. More

Mencoba Konsentrasi

Leave a comment

Barangkali ini soal cara berpikir yang efektif meskipun tidak lengkap, tetapi sudah menjadi kebiasaan kita karena pengajaran agama atau pendidikan di sekolah yang lebih memfungsikan potensi otak kiri. Cara berpikir ini, membuat pikiran kita hanya terarah pada satu tujuan tertentu yang memang sudah dipolakan. More

Konsentrasi

Leave a comment

Berapa banyak orang yang shalat, namun hanya mendapatkan rasa capek dan lelah ( HR Abu Daud )

Kita terbiasa menggunakan istilah konsentrasi untuk setiap melakukan pekerjaan yang serius sehingga tergambar di raut muka, wajah penuh ketegangan dan kening mengkerut menambah kesan, bahwa kita sedang berkonsentrasi. More

about secretary

Leave a comment

More