Perhatian Terhadap Pengasuh dan Pelindungnya Muhammad SAW sangat memperhatikan orang-orang yang pernah berjasa kepadanya. Dalam upacara perkawinannya dengan Khadijah, Halimah, ibu susuannya, turut diundang. Sesudah itu pun, ketika pengasuhnya ini sudah berusia lanjut datang mengunjunginya, Muhammad SAW membentangkan pakaiannya yang paling berharga untuk tempat duduk Halimah. Pada saat daerah Halimah dilanda paceklik, Muhammad SAW memberinya unta bermuatan air dan empat puluh ekor kambing. Perhatian serupa ia tunjukkan kepada paman yang pernah mengasuhnya, Abi Thalib. Pamannya ini termasuk orang yang kurang mampu, tetapi anaknya banyak. Di antara paman-paman Muhammad SAW memang ada yang kaya, seperti Abu Lahab dan Abbas bin Abdul Muthalib. Muhammad SAW sendiri merasa lebih dekat dengan Abbas karena pernah dibesarkan bersama. Oleh karena itu, Muhammad SAW meminta Abbas untuk bersamanya meringankan beban Abi Thalib dengan cara mengambil salah satu anaknya untuk dibesarkan. Akhirnya Abbas mengasuh Ja’far, sedangkan Muhammad SAW sendiri mengambil Ali. Peneladanan terhadap sikap ini dapat dilakukan dengan menghormati dan mengasihi para pengasuh atau orang-orang yang pernah berjasa kepada kita di waktu kecil dulu. Mereka adalah orang-orang yang turut memberikan andil bagi apa yang kita rasakan dan peroleh sekarang ini. Mereka telah menanamkan benih-benih kasih sayang, memberikan pendidikan awal, menjaga dan merawat kita. Sekarang, mari kita bertanya pada diri kita sendiri, kapan terakhir kali kita bertemu dengan pengasuh atau orang-orang yang berjasa di waktu kita kecil dulu? Sudahkah kita memberikan sesuatu yang bisa meringankan beban mereka? Sumber : Muhammad SAW , The Super Leader dan Super Manager oleh Dr. Muhammad Syafii Antonio