Selanjutnya catatlah, otak kiri cenderung memikirkan. Otak kanan cenderung membayangkan. Nah, ketika Anda membayangkan sesuatu berulang-ulang, maka itu akan masuk ke otak bawah sadar Anda. Dapat dikatakan, otak kanan adalah gerbangnya otak bawah sadar. Tentu Anda tahu betul bahwa otak bawah sadar itu jauh lebih menentukan daripada otak sadar. Dengan demikian, otak kanan itu memang minta ampun pentingnya. Right ?

Jika Anda berhasil menjadi Golongan Kanan yang tulen, niscaya Anda akan menjadi sebutir batu permata di tengah gundukan batu kerikil. Seterusnya, tidak perlulah Anda repot-repot mengirikan diri. Apa yang perlu Anda lakukan hanyalah mencari Golongan Kiri — dan itu tidak susah—untuk melengkapi Anda. Namun begitu, tak ada gading yang tak retak. Termasuk Gading Marten. Hehehe!

Golongan Kanan juga menyandang kelemahan-kelemahan, misalnya tidak tepat waktu, mudah bosan, menggampangkan segala urusan, kurang mampu menyusun prioritas, dan kurang berhati-hati.

Uniknya, andai Golongan Kiri dan Golongan Kanan bertemu lalu dibiarkan berdebat, pastilah keduanya akan bersitegang, karena pola pikir mereka yang saling bertolak-belakang. Namun uniknya lagi, saya melihat Golongan Kiri hampir selalu kepincut dengan Golongan Kanan. Demikian pula sebaliknya. Golongan Kanan hampir selalu kepincut dengan Golongan Kiri. Pada akhirnya jadilah mereka satu pasangan, baik dalam kehidupan, ibadah, karier, maupun bisnis.

Temyata, ini pula yang disarankan oleh pakar-pakar. Di mana mitra yang ‘terbalik’ akan menjadi mitra yang terbaik. Saling melengkapi! Dan inilah yang distempel dengan keseimbangan yang sejati. Tidak percaya? Lihatlah orangtua dan om-tante Anda yang telah berumah-tangga selama puluhan tahun. Jamak terjadi, yang satu agak kiri, yang satunya lagi agak kanan. Betul ‘kan? Begitulah, saling melengkapi.

Agar mudah diingat, otak kiri itu saya simbolkan dengan baris-berbaris. Yah, serba membosankan. Kebalikannya, otak kanan itu saya simbolkan dengan bercinta. Serba menyenangkan. Melibatkan emosi, kreativitas, spontanitas, dan imajinasi. Tidak harus urut-urut dan tidak harus lazim-laziman. Hei, jangan salah! Bercinta itu baik lho! Asalkan dilakukan dengan pasangan sah, bercinta itu menyehatkan, berpahala, dan—tentu saja — mengasah otak kanan. Jadi, Anda mau sehat? Mau dapat pahala? Mau mengasah otak kanan? Nah, banyak-banyaklah bercinta. Ini beneranl Memang, saya suka bercanda, tapi kali ini saya serius. Sumpah!

Sumber : Buku 7 Keajaiban Rezeki oleh Ippho “ Right “ Santosa “