Allah Swt. menyerupakan beberapa macam manusia dengan binatang ternak. Dia berfirman: “Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat. ” (al-As raf: 179)

Dia berfirman:

“Seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).” (al-A’raf: 176) Dia berfirman: “Seperti keledai yang membawa kitab-kitab tebai. ” (al-Jum’ah: 5).

Allah swt. juga menyerupakan beberapa orang lainnya dengan kayu. Dia berfirman, “Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya). maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah sampai mereka dipalingkan (dari kebenaran)? (al-Munafiqun: 4).

Sedangkan Rasulullah saw. Menyerupakan beberapa orang dengan tambang. Beliau bersabda :

“Manusia itu seperti barang tambang, seperti emas dan perak. Yang terbaik diantara mereka pada masa jahilia adalah yang paling di antara mereka pada masa Isalam , jika mereka memahami.” (HR. Muslim, al-Mukhtasha, 1772).

Selain itu, Rasulullah saw. juga menyerupaka.” orang mukmin dengan pohon kurma.

Dari sini tampak jelas, sekalipun manusia lebih istimewa dibandingkan makhluk-makhluk lainnya, namun mereka sangat rentan untuk terpengaru sifat dan watak makhluk-makhluk lain tersebut.

Hal itu bisa dilihat dari lingkungan di mana mereka Semua Pasti Ada Hikmahnya

.

Dari sini tampak jelas, sekalipun manusia lebih istimewa dibandingkan makhluk-makhluk lainnya, namun mereka sangat rentan untuk terpengaruh sifat dan watak makhluk-makhluk lain tersebut. Hal itu bisa dilihat dari lingkungan di mana mereka

tinggal.

Sebagaimana kata Ibnul Qayyim, saat membicarakan jiwa-jiwa hewaniah:

“Keadaan mereka terlalu hina untuk disebutkan. Keadaan mereka dalam perilaku dan watak berbeda satu dengan yang lainnya, sama seperti perbedaan perilaku dan watak hewan antara yang satu dengan yang lainnya.

Di antaranya ada yang berjiwa kalbiyyah ” anjing’, yang jika ia menemukan bangkai yang cukup untuk makan seribu anjing, niscaya ia akan menguasai dan melindunginya dari seluruh anjing lainnya.

Ada yang berjiwa himariyyah ‘keledai’, yang hanya diciptakan untuk bekerja keras dan makan; setiap kali makanannya bertambah maka bertambah pula kerja kerasnya.

Ada yang berjiwa sib ‘iyyah ‘binatang buas’ yang senangnya hanya bermusuhan dengan orang lain.

Ada juga yang bertabiat seperti babi, ia melewati hal-hal yang baik tapi tidak menghiraukannya.

Ada pula yang bertabiat seperti burung merak, yang hanya bisa berdandan dan berhias dengan bulu-bulunya.” (Diringkas dari Tahdzib Madarij as-Salikin, him. 211-212).

Demikian pula keadaan pohon. Di antaranya ada pohon yang cepat tumbuh besar dan berkembang, tetapi tidak mampu bertahan menghadapi terpaan angin, dan akhirnya tumbang. Demikian itular keadaan orang-orang yang pada lahiriahnya tampan saleh tapi sebenarnya dalam batinnya munafik.

Ada juga pohon yang memerlukan waktu panjang untuk tumbuh menjadi besar. Tetapi setelah tumbuh menjadi besar dan tegak, ia tidak mudah goyah oleh terpaan angin kencang dan halilintar , seperti pohon kurma misalnya. Inilah keadaan oran. mukmin yang sebenarnya.

Demikian pula barang tambang. Di antarany ada orang yang seperti tambang emas dengan kemilauan, kelangkaan, harga yang mahal, kelenturan yang membuatnya mudah dibentuk.

Ada yang menyerupai emas dalam hal luarnya saja, tetapi tidak pada bagian dalam. Ia tidak lain adalah kuningan.

Ada yang menyerupai perak, seperti aluminum , tetapi tidak memiliki spesifikasi perak dalam hal kecepatan sinarnya, mudah dibentuk dan tahan lama.

Demikian pula bunga. Sebagian orang ada yazj tidak memiliki tampang yang elok dengan arona yang wangi, seperti beberapa jenis bunga. Di antara bunga ada yang bentuknya elok dan baunya wangi , tetapi berduri.

Demikian itulah keadaan orang-orang yang pada lahiriahnya tampak saleh tapi sebenarnya dalam batinnya munafik.

Ada juga pohon yang memerlukan waktu panjang untuk tumbuh menjadi besar. Tetapi setelah tumbuh menjadi besar dan tegak, ia tidak mudah goyah oleh terpaan angin kencang dan halilintar, seperti pohon kurma misalnya. Inilah keadaan orang mukmin yang sebenarnya.

Demikian pula barang tambang. Di antaranya ada orang yang seperti tambang emas dengan kemilauan, kelangkaan, harga yang mahal, dan kelenturan yang membuatnya mudah dibentuk.

Ada yang menyerupai emas dalam hal warna luarnya saja, tetapi tidak pada bagian dalam. Ia tidak lain adalah kuningan.

Ada yang menyerupai perak, seperti aluminium, tetapi tidak memiliki spesifikasi perak dalam hal kecepatan sinarnya, mudah dibentuk dan tahan lama.

Demikian pula bunga. Sebagian orang ada yang tidak memiliki tampang yang elok dengan aroma yang wangi, seperti beberapa jenis bunga. Di antara bunga ada yang bentuknya elok dan baunya wangi tetapi berduri. Ada yang tidak memiliki bau harum dan bentuk yang indah, tetapi memiliki khasiat dapat mengobati beberapa penyakit. Ada bunga

Demikian pula halnya makanan. Ada yang manis dan berbau sedap, ada yang asin, ada yang beku dan tidak dapat cair, kecuali dimasukkan ke dalam cairan yang panas, dan ada pula yang sudah cair tanpa dipanaskan. Demikian pula buah-buahan, benda-benda beku dan selainnya. Wallahu a ‘lam

Sumber Buku : Semua Pasti Ada Hikmahnya oleh Syekh Abdul Hamid Al-Bilali