Ada yang melakukan ibadah karena ilmu dan keyakinan, dan ada yang  melakukannya karena pengalaman.

Amal lebih utama dilakukan sebab ilmu dan iman, atau dan  keyakinan. Namun, bila seseorang melakukan sebab kejadian sesuatu  yang melatarbelakanginya, lalu menjadikan itu sebagai pengalaman baginya, maka itu disebut juga ilmu dan iman, ilmu dan keyakinan.

Cuma yang satu disebutnya ilmu teori, yang satunya lagi disebut  ilmu pengalaman, ilmu praktik. Sehingga tidak heran orang pada menyebut; “pengalaman adalah guru yang terbaik”.

Patut diingat, ketika setelah tahu ilmunya, tapi seseorang menjadi tetap berdiam diri alias tidak melaksanakan, maka disebutlah ia  bodoh. Tahu, tapi tak melaksanakan. Maka demikian pula orang  –  orang yang Allah anugerahi pengalaman, namun tidak menjadikannya  pengalaman  itu  menjadi  guru  baginya,  maka   disebut  pula  ia

sebagai orang yang bodoh.

Dan subhanallah, alangkah cerdas dan berantungnya seseorang yang menjadikan ilmu dan pengalamannya sebagai jalan yang membuatnya istiqamah beribadah.

Sumber : The Miracle of Giving oleh Ustad Yusuf Mansur