Tapi kalau kita perhatikan, memang rata-rata ada dulu peristiwa yang mendahuluinya. Orang-orang Mukmin mengenali seluruh peristiwa sebagai Kehendak Allah. Yang namanya Kehendak Allah, mestilah Dia memiliki maksud sesuatu kepada kita ketika kita menjalaninya.

Adapun seluruh peristiwa; baik atau buruk, semuanya dikehendaki Allah agar kita mau kembali kepada-Nya dan bersyukur. Allah pun meminta kita menjaga ketaqwaan dan kesabaran, bukan saja ketika susah, tapi juga ketika senang.

Sabar ketika Kaya. Pokoknya di setiap keadaan, kita harus bertambah terus imannya, bertambah terus sabarnya, bertambah terus syukurnya.

Beribadah karena syukur, Insya Allah lebih baik keadaannya dan lebih mulia kedudukannya. Tapi bagi saudara yang akhirnya bisa mendekati Allah lewat pintu kesusahan, tidak usah kecil hati. Justru tetap harus bersyukur.

Malah harus bahagia. Banyak orang yang “lewat”, dalam artian tetap tidak bisa mendekati Allah dan terus jatuh ke keadaan yang lebih buruk akhirnya. Sebab satu, yaitu sebab tidak kunjung kembali kepada Allah. Dia tidak bisa menemukan Allah di balik kesusahannya, di balik penderitaannya, di balik musibah yang dialaminya.

Akhirnya ia rugi berganda. Sudah mah rugi sebab kesusahannya, dia pun rugi sebab tidak mampu menangkap pesan Allah di setiap kesusahan yang diberikannya kepada manusia; yaitu untuk kembali kepada Allah

Alhamdulillah segala puji bagi Allah. Mudah-mudahan Allah senantiasa membukakan hidayah dan taufiq-Nya buat kita. Kalau kita bisa meminta kepada Allah, dan pasti boleh meminta kepada-Nya, kita meminta kepada Allah agar Allah membuka kedekatan diri kepada kita lewat pintu-pintu yang kita anggap baik saja.

Jangan lewat pintu yang buruk-buruk. Betapapun, banyak di antara kita yang tidak kuat menanggung beban hidup. Tapi kita pun memohon. andai kelapangan, kekayaan, keluasan rezeki, kemudahan hidup. malah membuat kita justru jauh dari Allah, ya mending Allah berikan keadaan yang sebaliknya saja. Itu jika keadaan sebaliknya tersebut bisa membawa kita kembali kepada Allah; mau ingat ngaji Al-Qur’ an. mau ingat shalat, mau ingat sedekah, mau ingat berbakti sama orang tua, mau ingat berkasih sayang dalam bersaudara, bertetangga, dan mau menempuh jalan-jalan kebaikan lainnya.

Kepada Alllah jua kita kembalikan semua urusan dan permohonan untuk kebaikan  dunia dan akhirat kita.

Sumber : BukuThe Miracle of Giving oleh Ustad Yusuf Mansur