1.         Membuktikan bahwa hasil usaha adalah untuk Allah.  Tidak membawa hasil usaha kepada keburukan dan jalan maksiat, membawa hasil usaha untuk menghidupi keluarga agar bisa beribadah dan hidup dengan baik, bersedekah, dan lain-lain kebaikan.

2.         Tidak melupakan hak-hak Allah, paling tidak yang wajib-wajib. Syukur-syukur bisa memenuhi yang sunnah-sunnahnya.

3.         Membaca basmalah di awal dan hamdalah di akhir.

Sederhana, tapi yang sederhana ini yang menjadikan hidup kita

bernawaitu ibadah. Sebenarnya, apa yang disebut ini hanya urusan

men-switch on-kan saja langkah.  Toh, baik nawaitu maupun tidak

nawaitu, seorang yang baik akan menghidupi keluarganya dengan

rezeki yang Allah berikan.

Sumber buku : The Miracle of Giving oleh Ustad Yusuf Mansur